Siang itu begitu panas, asap kendaraan mengepul begitu tebal. Baju kemeja yang sejak pagi ku pakai pun sudah basah oleh keringat. Masih ku tuntun Vespa tungganganku produksi tahun 1976 dengan type "super" itu.
Tepat di atas fly over lenteng agung aku pun berhenti karna kelelahan. Sambil kembali ku bongkar Vespa kesayangan dan utak utik bagian pengapian dan busi. "Kenapa mas?" kata seseorang di sampingku yang ternyata tanpa sadar ada yang sejak tadi berhenti di sampingku.
"Biasa pak" jawabku sambil menoleh ke hadapan seseorang yang ternyata seorang kakek tua yang menaiki Vespa "exclusive". Kami pun sedikit ngobrol soal motor dan kemudian beliau memberikan busi cadangannya.
Tanpa berlama-lama, ku tiup businya sedikit ,pasang dan jreng jeng jengg suara indah knalpot Vespa tuaku pun terdengar lagi. Kakek tua penunggang Vespa "exclusive" pun pamit, kemudian kususul di belakangnya mengarah kerumah untuk istirahat setelah bekerja.